Waktu terus berganti

 

Sekayu, 21 Juli 2008 Waktu semakin terus berganti dari masa ke masa, begitu juga kesempatan yang dimiliki semakin sedikit memberikan ruang karena semakin berkurang. Sejatinya jatah hidup adalah sebuah ketetapan ilahi, tapi sampai saat ini belum ada perubahan diri. Bahkan semakin tenggelam di dasar waktu. Tak peduli apakah ada sesuatu ang tertinggal, yang jelas kendaraan ini terus-menerus melaju dengan tanpa belas kasihan. Penyesalan adalah lagu lama, ketika sudah menjadi tragedi dan nasyid dilema kehidupan. Dia akan selalu hadir di penghujung tragedi yang berakhir dramatis menurut pandangan manusia.

 

Tak terasa sudah 22 tahun Alloh memberikan kesempatan untuk bernafas, melihat, mendengar, merasakan nikmat-Nya. Tapi sampai saat ini sedikit sakali bersyukur. Ibarat sebuah kendaraan, kendaraan ini adalah kendaraan yang sudah tua rentah, kadaluarsa dan tak berguna. Apa yang sudah hamba lakukan selama kurun waktu 22 tahun itu ?

 

Entah mengapa, setiap kali mendengar namanya aku jadi benar-benar males, setiap kali aku melihat namanya di sms hp ku, ingin sekali rasanya menghapusnya saat itu juga. Kalau saja benci itu dibolehkan, mungkin sudah lama aku membencimu. Aku tak mau lagi mendengar cerita penuh kebohonganmu. Aku sangat tahu sekali selalu ada ketidak jujuran darimu, sudah berapa kali bualan-bualan bohongmu nyaring terdengar.

1 Response so far »

  1. 1

    Rian said,

    Upz…weee met Ultah aj deh..semoga panjang umur, banyak amal, murah rizki and taat ibadah aja deh..yah keep istiqomah… lam sukses


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words