Siapa Bilang Menterjemah Qur’an Itu Sulit ??

Selama kurang lebih 22 tahun 2 bulan dan 22 hari Qur’an diturunkan, dan selama itu pula Rosululloh SAW berhasil menda’wahkan Islam hingga tersebar ke segala penjuru dunia. Maka pantas jika majalah Times menobatkan beliau sebagai peringkat 1 (satu) dari 100 (seratus) orang terhebat di dunia. Sebab hanya dalam kurun waktu yang singkat itu, proses da’wah Islam mampu menggoncangkan seantero dunia. Bahkan menjadi titik berdirinya daulah Islam dari daratan Asia hingga ke daratan Afrika dan Eropa, kalau dikira-kira yah hampir setengah planet bumi ini semuanya tunduk di bawah sistem pemerintahan Islam, dahsyat banget kan ? Tidak hanya itu, para ahli pun bertaburan bak kacang goreng dilahirkan Islam. Sungguh sebuah prestasi yang benar-benar menakjubkan yang telah lebih dahulu Islam ukir dalam tinta emas sejarah peradaban dunia dan belum pernah ada hingga saat ini.

Nah tahukah kita bahwa sumber inspirasi da’wah Rosululloh bersal dari Al-Qur’an, kitab yang ke-otentikan isinya dapat dipertanggungjawabkan dan belum ada kitab yang hingga saat ini mampu menyaingi keindahan bahasanya bahkan lebih dari itu. Bahkan filusuf baratpun harus mengakui kehebatan yang dimilikinya. Yang lebih fantastis lagi, sejak kitab ini pertama kali diwahyukan kepada Rosululloh, dihafal oleh para sahabat, kemudian selanjutnya disusun berdasarkan petunjuk (pesan) Rosululloh di zaman Khalifah Usman ibnu Affan hingga detik ini, tidak ada 1 huruf pun yang bertambah, berkurang atau berganti. Semuanya sama mulai dari benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika Australia hingga Atlantik semuanya sama. Coba deh simak bunyi terjemahan Qur’an Surat Yusuf : 2-3 berikut ;

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Benar-benar luar biasa, belum ada kitab yang seperti ini, meskipun banyak kaum kafir berusaha menggantikannya walaupun 1 huruf saja, tetap saja Qur’an itu tetap bertahan dengan keaslihannya.

Belum ada kitab yang begini orisinilnya, yang ada adalah kitab yang diturunkan ketika zaman nabi-nya, kemudian ketika nabinya ditarik oleh Alloh, eh mala ummatnya bikin tambah-tambahan. Jadilah kitab mereka seperti saat ini, banyak antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain saling bertentangan dikotori oleh tangan-tangan manusia. Bahkan 99 persen isinya bukan kayak duluh lagi deh, ya..ma’lum ditulis sesuai selera pengikutnya. Kalau istilah kerennya, kalau tidak sesuai dengan keinginan, yah dirubah kira-kira pas gitu. Maka wajar jika antara negara satu dengan negara lain berbeda, antara provinsi satu dengan provinsi yang lain tidak sama. Dan bahkan tiap terbitpun beda-beda sesuai revisi. Kurang lebih mirip Undang-Undang Dasar 1945-lah yang selalu mengalami Amandemen. He..he..!! Waduh kok jadi ngerembet sama undang-undang segala yah??

Tapi, apa jadinya jika setiap kita mampu menterjemahkan qur’an dan berkomunikasi secara langsung dengannya? Kira-kira sama tidak yah dengan ketika kita baca komik atau novel gitu ? Seru, Menarik dan lain-lain. Tapi tetap tidak sama loh, karena siapapun yang baca tuh Qur’an pasti berpahalah. Baik lancar maupun tidak, fasih atau terbata-bata yang penting niatnya. Yang jelas kandungannya luar biasa. Dahsyat kan, Apalagi kalau waktu yang diperlukan untuk mempelajari terjemah kitab dengan 30 Juz, 114 Surat dan 6666 ayat ini hanya sedikit, kira-kira tidak kurang dari 1 bulan, nah kalau sudah punya kemauan yang benar-benar dalam waktu Cuma delapan jam tekniknya dah bisa dikuasai

Yah demikianlah metode yang baru-baru ini dikenalkan di kota empek-empek (Palembang) oleh ahlinya (red: Akrabnya dipanggil Buya Rahman dari Jakarta) dengan nama Tarjimul Qur’an metode Rohmat, yaitu metode yang diambil dari berbagai referensi seperti : Istiqlal, Krapyak bahkan Granada. Bedanya orang awam pun bisa ikut mempelajarinya dengan muda, tidak sulit-sulit amat kok. Metode ini merupakan hasil penukilan Bapak K.H.Syahroji Bisri (disapa Bang Oji) seorang ulama yang sampe saat ini turut membidangi pembinaan terhadap generasi muda dan melakukan riset terhadap berbagai metode yang sudah ada, kalau kata beliau sih sebagai pengayaan metode untuk mempermuda ummat.

Meskipun beliau merupakan jebolan dari pondok pesantren yang berbasis NU. Tapi metode ini tidak hanya dikhususkan untuk orang-orang NU semata, buktinya banyak kalangan menilai metode ini sangat baik sekali jika secepatnya diterapkan hingga masyarakat bawah baik anak-anak, remaja, dewasa hingga nenek-nenek.

Coba kita lihat bagaimana dengan metode Istiqlal, Krapyak dan Granada. Setiap kali ada Workshopnya, ratusan peserta harus antre hanya untuk mendaftarkan diri meskipun harus mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. (Benar-benar luar biasa). Lalu bagaimana dengan metode Rohmat ? apakah lebih bahal ? Oh tentu saja tidak, meskipun dengan segala keunggulannya? Anda tidak harus mengeluarkan uang yang banyak, yang penting mampu beli Qur’an terus punya keinginan yang benar-benar mantap pasti bisa, tinggal mengikuti pelatihannya saja.

Tapi walaupun dengan segala kelebihannya, tetap saja ada kekurangannya. Yah..kalau saat ini sih, tenaga pengajarnya masih kurang. Barangkali karena metode ini masih baru. Yang jelas tidak usah minder deh sama teman-teman kita yang jebolan pesantren, yang nahwu dan shorofnya faham dan ilmu-ilmu lainnya. Kita juga ternyata bisa, dan penulispun hingga saat ini masih belajar juga loh. Masih ada lagi, sayangnya metode ini belum dijadikan buku karena masih dalam proses. Oke deh bravo buat Bang Oji, gali terus deh Bang !! Ntar kita tunggu momentum selanjutnya (cieeee kayak mo party segala, gau boleh tau)

Sebenarnya sudah banyak metode-metode yang telah ditemukan oleh ulama-ulama kita sejak dahulu, tujuannya agar kita yang awam ini tidak hanya lancar baca tapi juga tahu kandungannya seperti yang sudah penulis sebutkan tadi. Dan metode-metode tersebut sampai kepada metode yang kita bicarakan ini. Nah kalau bukan sekarang kapan lagi dong kita bisa ?

Oh ia daripada penulis ngoce melulu, mending hubungi saja ahlinya biar lebih faham dengan penjelasannya kirimkan surat kamu ke e-mail se_warna@yahoo.co.id. [] CTR.Moko