Memulai itu lebih baik daripada menunggu untuk memulai !!

Hidup adalah sebuah proses begitu sebuah lirik nyanyian seorang Iwan Fals, kita tahu jadi mengerti, bisa jadi memahami demikian seterusnya siklus hidup manusia. Tak ada yang bisa mengelak dari proses-proses panjang kehidupan itu, karena memang sejatinya begitu. Semuanya kembali ke diri kita masing-masing, apakah kita ingin mengendalikan proses atau bahkan terproses dengan sendirinya.

Sejenak kita berfikir bahwa memulai itu sulit, capek, lelah dan lain sebagainya. tapi coba kita fikirkan bahwa menunggu itu lebih membosankan. Terkadang kita tidak sadar bahwa ada energi yang terbuang hanya untuk beraktifitas menunggu. Ada banyak orang lebih memilih menyerah hanya untuk menunggu proses itu berubah, sadarkah kita bahwa “Allah tidak akan pernah merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. [QS]“.

Waktu itu selalu baru, berubah, berganti dan menyisahkan persoalan-persoalan baru, masalah-masalah baru. Masa pun selalu bergeser dari masa ke masa, dari waktu ke waktu, umur juga semakin berkurang meskipun kita tidak tahu berapa lama jatah waktu yang Allah berikan untuk kita menuai bekal kehidupan kelak…..mungkin kita merasa baru kemarin kita kecil…lalu besar…mengerti dan dewasa hingga sekarang ini….alangkah cepatnya……!! Alangkah mudahnya…roda waktu itu berputar……… Coba kita fikirkan…ada berapa banyak bekal yang sudah kita kumpulkan, atau barang kali tak sedikitpun…”tak ada yang tahu kecuali Allah…”

Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kehidupan itu dimulai, beraktifitas dan mengukir sejarah sekaligus kapan waktu itu akan berakhir dan menemui batas menghadap kepada Yang membuat kehidupan itu. Kita hanya diberikan kesempatan untuk berusaha semaksimal mungkin seraya belajar dari sejarah kehidupan masa lalu. Siapa yang tahu seseorang yang dahulunya baik menurut ukuran pandangan kita manusia, kemudian berbalik arah 180 derajat hingga akhir kehidupannya sungguh tragis, namun beruntung orang-orang yang diberikan akhir yang baik. Kita patut bersyukur masih diberikan kesempatan memperoleh hidayah.

Ada berapa banyak orang-orang yang Allah cabut hidayah dari dirinya, ada berapa banyak orang-orang yang terus-menerus tenggelam dalam lumpur tanpa hidayah, tanpa sedikitpun diberikan kesempatan untuk minimal mengecap makna sebenarnya kehidupan barang sedikit saja. Maka beruntunglah orang-orang yang senantiasa memperoleh hidayah, beruntunglah orang-orang yang senantiasa berjalan di tengah terang-benderangnya cahaya, tanpa ada rasa ketakutan dan kecemasan. Kita bermohon agar Alloh senantiasa menjaga kita dalam kondisi iman dan berakhir dengan khusnul khootimah.

Say your words